Monday, October 24, 2011

Big Wave Festival 2011

Jika lo bener-bener pengen dan berharap dengan sungguh-sungguh , maka tujuh sampai delapan tahun kemudian keinginan dan harapan lo akan dikabulkan. Yah, mungkin lama waktu penantiannya ngga selalu seragam, tapi intinya, biarpun lama, tapi yang lo inginkan akan jadi kenyataan. Gue percaya itu, dan gue mengalami itu.

Gue inget waktu SMP, sekitar tahun 2003, gue sangat menggilai band-band beraliran punk dengan list sebagai berikut :
1. Simple Plan
2. Sum 41
3. Good Charlotte
4. Blink 182
5. New Found Glory
6. Green Day
7. Dashboard Confessional
8. Yellowcard
9. The Starting Line
10. The Ataris
Dan beberapa band lainnya. Tapi 10 list di atas adalah 10 band yang paling gue gilai.

Dan dalam dua tahun terakhir, 6/10 dari list band tersbut dikabarkan datang ke Indonesia, 5/10 benar-benar datang, dan 5/5 yang benar-benar datang, sukses gue tonton konsernya. Good Charlotte, New Fond Glory, Dashboard Confessional, Yellowcard, dan The Starting Line. HOORAAAY! (ket : Sum 41 batal hadir karena kondisi kesehatan Derryck dan menyusul Simple Plan di tahun 2012)

4/5 konser yang gue hadiri sudah gue review di post-post-an terdahulu. Kali ini gue akan membahas mengenai konser YELLOWCARD.

Kronologis menuju konser Yellowcard
Suatu hari di pertengahan Agustus : Gue berjalan di lorong kosan sambil nunduk baca twitter ngga liat jalan. Berenti di depan kamar. Kaget. Teriak-teriak. Loncat-loncat. (tidak hiperbol). Selama dua menit. Setelah sadar, “Gilak-gilak, Yellowcard mau dateng!!!!!!!” Terus gue lari ke kamar temen kosan gue dan tereak, “Yellowcard mau dateng”. Terus balik ke kamar kosan gue lagi dan ngetweet yang intinya adalah YELLOWCARD MAU DATENG!

Masih di pertengahan Agustus : Heboh sendiri, gara-gara pas nonton JRL gue pake kaos Yellowcard dan Yellowcard bener-bener dateng. Pas banget pas JRL, temen kantor gue juga make kaos Panic at The Disco, dan Panic at The Disco dateng, dan temen kantor gue yang satu lagi, make kaos Paramore, dan Paramore dateng.

September Akir dan Oktober awal : Geriliya mencari teman. Menagih janji-janji temen-temen dan sepupu gue yang katanya mau nonton kalo Yellowcard dateng. Tapi gue ditolak, ditolak, dan ditolak.

Mendekati Hari-H : belum mendapat pasangan nonton. Galau antara beli tiket di tiket box resmi apa nyalo aja. Bimbang gundah gulana.

Mepet Hari-H : Lele konfirm mau nonton Yellowcard juga. Hati berbunga-bunga, riang tak terkira.

H-2 : Ada stranger dari last.fm yang ngajakin nonton bareng -___-”
Hari – H: Banyak kerjaan. Ada customer dateng dari ujung timur pulau Jawa. Meeting seharian sampe jam 17.40. Mengutuki apapun yang bisa dikutuki.

17.40 : Ganti baju, berangkat ke GBK. Naik Taxi.
18.40 : Sampai depan GBK. Menunggu keberadaan Lele.
18.45 : Super fast dinner. Makan roti dan minum aqua yang dibawain Lele.
19.00 : Celingak-celinguk nyari calo. Sok jual mahal. Pengen dapet yg murah.
19.10 : Kedengeran suara ”way away away from here I’ll be” *panik seketika*
19.12 : Deal harga sama calo. Tapi tiket festival nya ngga ada.

19.15 : Ditawarin masuk tanpa tiket sama preman berbadan besar. Tanpa mikir panjang kita mau aja. Belum ada kesepakatan harga. Melintasi police line saat semua orang masuk gerbang resmi.

19.17 : Preman berbadan besar bernego dengan preman berbadan lebih besar lagi (bos nya para preman badannya segede apa ya?) Dan kami pun disuruh masuk, TANPA MEMEGANG TIKET ATAU BUKTI APAPUN. Dan belum bayar juga.

19.18 : mas-mas penjaga gerbang bertanya ”tiketnya Mba?” sambil memegang barcode scanner. Gue (muka polos) : ”Uda mas, tadi di belakang” sambil menunjuk dua preman berbadan besar dan lebih besar. Mas-mas penjaga gerbang pun mendapatkan kode untuk mempersilakan gue dan Lele masuk. (Birokrasi di dunia per premanan sangat mudah ya)

19.19 : Lele menghampiri preman berbadan besar (bukan yang lebih besar) untuk membayar. Preman bersabda ”7 kan?” maksudnya 700rb untuk dua orang. Lele tidak menjawab, hanya memberikan segenggam uang yang hanya 600rb dengan cool. Berbalik badan menghampiri gue dan berbisik ”Na, lari!” dan kami pun lari.

19.20 : sambil lari Lele menceritakan kejadian barusan. Kami tertawa. Dan langsung berlari lebih kencang saat panggung sudah dekat. Ryan Key ada di atas panggung. Di depan mata kami. Huaaa.

19.sekian : Lagu utuh yang pertama gue dengar malam itu adalah lagu favorit gue sepanjang masa dari Yellowcard, yaitu : Empty Apartment.
Malam terus berlanjut (uda ga peduli jam) : Kami nyanyi-nyanyi, teriak-teriak. Gue seneng Lele juga apal semua lagu Yellowcard dan dia kalo nonton konser lebih heboh dari gue. Haha.

21.sekian : Sesi Yellowcard pun berlalu, digantikan Panic! At The Disco. Kami pun mengalah mundur, membiarkan para wanita muda berjejer di depan sambil berteriak “Brendon!” saya dan Lele yang ngga banyak tau lagu-lagunya hanya bergerak-gerak mengikuti irama.

22.sekian : Sesi bad religion pun dimulai. Barisan wanita muda bergegas mundur, digantikan barisan oom-oom, bapak-bapak, mas-mas berbadan besar, ber-rambut gondrong atau Mohawk, bertindik sini sana, bertato sini sana, dengan celana jins sobek-sobek. Saya dan lele ngotot masih pengen di depan. Dua menit lagu pertama dimulai, Lele ngerangkul sambil narik saya keluar dari crowd gila ini. Dan kami pun duduk meleseh di pinggiran crowd.

Demikian kronologis dari konser Yellowcard dan kawan-kawan di Big Wave Festival 2011. Untuk review nya sendiri, berikut ini pendapat gue.

Yellowcard.

Photograph by Aqmarina Andira

Sensasi menonton band bagus dan band yang lo cintai itu sangat beda. Terperangah kalo band dan show nya bagus. Tapi deg-deg-an kalo band nya lo cintai. Dan Yellowcard adalah band yang gue cintai. Jadi sepanjang show gue deg-deg-an. Tiap lagu punya cerita masing-masing di kepala gue. Huah, masa mud ague!!

Panic! At The Disco.


Photograph by Aqmarina Andira

Band glamour dan gaul. Itu yang ada di kepala gue. Mulai dari outfit, musik, muka personilnya, gaya rambutnya, semuanya. Ditambah lagi dengan hobi vokalisnya minum bir di atas panggung. Ga sampe mabok terus anarkis sih, tapi tetep aja kesannya bandel2 anak orang kaya gitu. Haha.

Bad Religion.
Sebelum konser gue diinformasikan oleh Wina dan beberapa sumber lain kalo vokalis Bad Religion adalah dosen di Universitas ternama di Amerika. Dan gue selalu mencintai Rockstar dengan sidejob. Jadinya gue penasaran. Bad Religion musiknya seru, jikalau saya mengenal musiknya sebelumnya. Namun sayangnya gue tidak pernah mendengar musiknya sebelumnya jadi gue Cuma bisa mengangguk-angguk di pinggir crowd.

Demikian cerita dan review saya.
Yellowcard, another dream comes true.

2 comments:

nio said...

gilaaaaakk..
sesi cerita tentang preman berbadan besar dan preman berbadan lebih besar gokil abiiss naa!!
sumpah gw ngakak! :D
Seru abis!

inandira said...

@nio
iya si lele gokil abis emang nio. Hahaha. Setiap konser punya kehebohan masing-masing emang.