Friday, July 22, 2011

PREVIEW and REVIEW (JRL 2011, Sara Bareilles, The Downtown Fiction, Hey Monday, A Rocket to The Moon)

Hari ini gue akan menonton JRL. Walaupun excitement dan deg-deg-an pra Hari-H nya tidak seheboh JRL tahun lalu, tapi gue sangat berharap euforia pasca JRL nya paling ngga sama hebohnya sama tahun lalu. Tahun ini, main course buat guenya adalah 30 Seconds to Mars, band nya Jared Leto si Bruce Wayne / Batman dan Good Charlotte, si band idola gue jaman SMP yang sekarang jadi sedikit desperate sok gahul. Haha.

Before the show, gue seperti punya kewajiban untuk mereview konser-konser yang kemarin sempat gue tonton tapi belum sempat gue tuliskan review nya. Konsernya Sara Bareilles dan konsernya The Downtown Fiction, Hey Monday, dan A Rocket to The Moon. Not my favorite artists, but every concert has its own stories, right. And here are their stories:

Sara Bareilles, NYLON Icon?
Buat gue, agama para remaja gaul dunia dapat dibedakan atas dua kiblat, TeenVogue – Cosmogirl – Seventeen, dan NYLON. Sama-sama gaul, sama-sama mayoritas, tapi beda gaya. Agama TeenVogue – Cosmogirl – Seventeen itu lebih sesuai untuk para popular girl yang ceria, bunga-bunga, warna-warni, surrounded by pria-pria penurut, hidup ditemani dengan lagu-lagu Rihanna, Taylor Swift dan Lady Gaga, yaa, Brooke Davis kind of girl lah.

Agama yang kedua adalah agama NYLON. Lifestyle yang lebih sinis, sedikit lebih gelap, tapi tetep aja keliatan. Agama bagi para remaja gaul yang merasa hidupnya tidak beruntung, padahal mereka tetap saja sangat beruntung. Skinny Jeans, Boots, Leather Jacket, bold eyeliner kind of things. Hidup ditemani oleh paramour, band-band indie, atau artis-artis youtube.

Daaaaaan menurut gue, Sara Bareilles adalah icon yang paling tepat untuk dijadikan panutan oleh remaja gahul tipe 2. She’s super funny but also super cynical. Kerjaannya ngoceh dan menyelipkan kata-kata kasar. Lagunya juga sinis tapi musiknya dibuat tetep ngebeat dan ceria. Bagitulah kesan yang gue dapet dari Mba Sara Bareilles ini.

About Her Voice: Sorry, I misjudged her.
Dulu, tiap ngedengerin lagu-lagu Sara Bareilles di mobil. Di perjalanan Kawaluyaan -Taman Sari – Pasar Baru – Cigondewah, gue selalu berpikir ini yang bagus lagu-lagunya. Suaranya biasa aja. Tapi ternyata pas konser suaranya luar biasa. Bening tapi teges. Yah, bisa dikategorikan sebagai penyanyi lah, ngga Cuma musisi doang.

PRANG! She forgot her own song.
Ada satu kejadian lucu terjadi pada saat konser. Setiap artis kan pasti punya setlist konser, set lagu-lagu apa aja yang mereka nyanyiin. Nah di konser ini, gue yakin si Mba Sara juga punya setlist sendiri. Tapi di tengah-tengah konser para penonton pada neriakin satu judul lagu tertentu (gue lupa lagu apa), dan itu hampir satu Tennis Indoor neriakin satu judul lagu yang sama. Terus komentarnya si Mba Sara, “Oh, I haven’t played that song for years, but you guys are so cute to request it, I’ll try to play it for you” dan dia mainin lagunya, dan dia lupa key piano dan lyricnya. Haha, PRANG banget kan? Coba gimana rasanya jadi fans seorang artis yang ternyata lo jauuuh lebih hafal lagu-lagu si artisnya ketimbang si artisnya itu sendiri. Bayangin kalo misalnya si Chris Carrabba ga apal lagu-lagu yang gue apal. Gimanaaaa, coba rasanya. Haha. Sangat PRANG, aneh, dan memalukan, tapi karena si Mba Sara ini ngocol mulu, jadinya kita malah ketawa-ketawa.

First Time Experience : Calo-in and Tribune Experience
Setelah mereview on stage things, mari kita membahas hal-hal di luar panggung. Dan mari kita mulai dengan proses pembelian tiket. Salah satu hal yang selalu menarik dalam setiap konser yang gue datangi adalah perjuangan dalam pembelian tiket. Dan kali ini adalah pengalaman pertama gue dalam membeli dengan menggunakan jasa Calo. Haha.

Proses ini terjadi akibat kenangan pahit yang masih gue sesali sampai sekarang, tidak menonton Jimmy Eat World. “Na, lo nyesel banget ngga nonton JEW, tiket on the spot nya cuma cepek!” begitu SMS Farah ke gue. Dan gara-gara itu, gue sedikit berjanji pada diri gue sendiri untuk tetap berusaha datang ke konser artis yang gue suka (bukan sangat gue cinta atau sangat prestigious) dan mencoba peruntungan gue dengan mengandalkan bapak-bapak, mas-mas yang berprofesi sebagai calo.

Jam setengah tujuh gue dan Wina sampai di depan Tennis Indoor. Disambut oleh Bapak-bapak, Mas-mas yang menjajakan tiket. Kamipun sok cool, sok punya tiket.”ngga pak uda ada” tapi begitu sepi, gue langsung tereak tapi berbisik (bingung kan lo) “Winyaaah, gue deg-deg-an” “samaaaa” kata Wina. Hahaha, labil banget.

Kami pun duduk manis di depan parkiran tennis indoor. Ngobrol, ketawa, ngeliat jam, tereak, “aaaaaah, gue deg-deg-an” gitu mulu. Strategi kita, mulai mendekati bapak-bapak, abang-abang calo saat konser uda mulai. Biar dapet murah.

Deng-deng, jam 19.00 tepat. Gue dan Wina pun saling dorong, “lo samperin duluan” “ogah, lo duluan ah!” gitu terus. Akhirnya pun kami memberanikan diri, nyamperin salah satu abang-abang calo.

“berapaan Pak?” tanya kami sok ngga butuh.
”200 yang tribune, VIP” jawab si abang.
"Hoo, yang di depan tadi ada yg 100 perasaan Pak”.
”Wah, belum balik modal. Berapa atuh neng yang bener?”
”Ngga Pak, masih nunggu tiket dari temen” ngeles tapi ga bohong, kita emang lagi nunggu dikirimin foto tiket dari si Kaca.
kita pun berdiri manis menguping transaksi-transaksi yang terjadi di depan kami.

1 menit, 2 menit...
”Jadi pas nya berapa Pak?” menurunkan pride
”Uda, 150 ribu masuk dulu baru bayar”
”100 aja deh Pak. Masuk dulu baru bayar maksudnya gimana ya Pak?”
”Ya masuk dulu aja, kalo uda lolos gerbang ntar tinggal keluar terus bayar. Bentar ya saya tanyain bos dulu, boleh ngga 100”

Long story shortened, kami pun lolos dan masuk dengan indahnya.

Dan kami pun duduk di tribun. Dan kami pun menyesal duduk di tribun. Karena oh karena ngga keliatan apa-apa. Uda mata minus, ruangan gelap, duduknya jauuuuuuuh. Ngga keliatan apa-apa. That will be my first and my last time watching a concert in a tribune area. At least as long as I still can stand in my own two feet.

Not a spectacular show, but it was okay. Thank you, Ms. Bareilles.

The Downtime Fiction – Hey Monday – A Rocket to The Moon, we are definitely the oldest person there.
“Na, mau nonton konser si rocket2an itu gratis ga?” sms Wina.
”Mauuuuuu! Itu band apa sih win?“ wanita murah, gampang bilang iya kalo judulnya gratisan.
“Hahaha, ga tau juga gue. Tapi sepupu gue ngasih tiket gratisan ke gue“
“Oke, mari kita berangkat“
(awal mula petualangan)

“Nanti kita berdiri paling belakang aja lah ya“
”oke, oke”
”Jangan ngetweet ya kalo kita lagi nonton in. Pride baby, pride”
”oke, oke”
(penyusunan strategi perang)

“eh buset, kenapa ini isinya bocah semua?”
“bahaha, dari paling belakang juga keliatan ini mah. Pendek-pendek”
(pembicaraan di awal konser)

”adu apaan sih nih band. Suaranya cempreng, lagunya aneh”
”Dandanannya juga aneh bangeeeet!”
”TRUS KENAPA DIA NYEBUT-NYEBUT CENAT-CENUT DEH??”
“Astaga, uyeah uyeah ga penting deh!”
(saat menonton The Downtown Fiction)

“Ini paramore banget yak”
“suaranya lebih cempreng tapi”
“ih bajunya lucu yaa”
“wahh, dia potensial juga ya. Lagunya dipake di Glee. Trus uda duet sama Butch Walker”
“Ya, not bad lah ya”
(saat menonton Hey Monday)

“ebuset ini apal semua lagu yak si bocah-bocah”
“kayaknya ini tokoh utama ya?”
“enak-enak ya lagunya, mau ngapalin ah!”
”Does he watch your favorite movies? Does he hold you when you cried? (singing outloud)”
“kayak Simple Plan-Simple Plan gitu ya”
“eh kaos groupies nya luc banget yak”
”tebak umur bocah-bocah ini berapa yak?”
(saat menonton A Rocket to The Moon)

“Liat deh kiri kanan lo, kenapa isinya orang tua murid semuaaa? Berasa wisudaan deh.”
“adu, emak gue mana, kok gak ikutan jemput”
“haha, parah emak-emak jaman sekarang. Bukannya dilarang, tapi malah dianter jemput.”
*ngakak*
(saat keluar gedung menuju taxi)

2 comments:

iraa said...

naa.. lo tau ga,, kemaren pas gw ntn NEON TREES di JRL jg gitu.. yg heboh kebanyakan remaja2 labil.. hehhehe. tapii yaa... ternyata di akhirnya dia nyanyi lagu animals.. dan gw suka lagu itu.. dibawaain di glee na. hahahaha
apakah gw masih remaja labil?
oppps

inandira said...

stay young as long as we can raaa. hehe.