Friday, July 29, 2011

COMMITMENT IS LIKE A TIME BOMB

Punya temen yang brutally honest punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangannya, lo akan selalu merasa sakit dan bersalah kalo mereka memaparkan fakta-fakta betapa bodoh dan egoisnya diri lo. Tapi kelebihannya, lo akan sering tersadarkan akan hal-hal yang ngga terpikirkan oleh lo sebelumnya.

Dan salah satu hal yang baru gue sadari baru-baru ini akibat pemaparan fakta dari temen gue adalah, sepertinya gue masih takut sama yang namanya komitmen.

”Dia pasti heran deh, ada ya cewek umur segini masih ga mau komitmen jangka panjang”

”Gue tau kenapa lo cenderung suka ama yang ngga halal. Gue rasa, sekarang-sekarang ini lo cuma mau ngambil enak-enaknya aja, begitu nanti diajak ngomong serius soal komitmen, lo tinggal bilang, ’kan kita beda, jadi ngga mungkin bisa’ dan lo akan terbebas dari yang namanya komitmen”

Huff. I know I have to say yes to commitment eventually. Not now, not tomorrow, but someday. Mmmm, how soon is someday, by the way? It’s kind of sad having fifteen years old mind, trap in the twenty two years old body.

5 comments:

widyarahayu said...

hahaha. gue tau perasaan itu. anggap aja bagian dari emansipasi wanita :))

inandira said...

toss. kita bareng-bareng ya gedenya wid, jangan tinggalin gue.

iraa said...

Hahahha kynya gw tau,
Gw yakin kalo orgnya uda pas lo ga akan takut berkomitmen.. Skrg ini msh belom aja..

nadiafriza said...

i know what it feels like na. my friend also think that im a commitment-fear. :)

when the time is right, you'll finally make that one na :)

inandira said...

@iraa dan @nadiafriza
jadi tinggal mencari orang yang tepat dan menunggu waktu yang tepat? "tinggal" kayak gampang aja yaa. hahaha.